Nadhom Mencari Ilmu

Nadhom mencari ilmu terdapat banyak sekali dalam kitab alala. Biasanya yang paling banyak di kenali adalah pada nadhom pertama dan kedua. Nadhom tersebut menjelaskan tentang syarat mencari ilmu. Namun, selain dari nadhoman tersebut banyak juga yang membahas tentang ilmu.

Pada nadhoman ketujuh, misalkan. Nadhoman ini membahas tentang bagaimana keutamaan dan keharusan mencari ilmu fiqih. Hal ini dikarenakan ilmu fiqih merupakan ilmu yang dapat menjadikan seorang mengerti terhadap hukum suatu hal. Misalkan saja, tentang syarat sah solat. Selain itu, menurut kyai nadzim, orang yang belajar ilmu fiqih dapat meningkatkan ketaqwaannya kepada allah swt.

هَوَالْعِلْمُ الْهَادُّ إِلَى سُنَنِ الْهَدِّی هَوَالْحِصْنُ نُنَجِّي مِنْ جَمِيعِ الشَّدَائِدِ

huwal ilmul hadi ila sananil huda, huwal khisnu yunji min jamii syadaidi

ilmu fiqih adalah yang menunjukan pada jalan petunjuk, layaknya sebuah benteng yang menyelamatkan dari pesakitan

ilmu fiqih kang nuduhake dalan pituduh, hiya benteng kang nyelametake saka pikuwu

Berbeda pula pada nadhom ke sembilan, yakni yang melantunkan bahwa seorang alim yang wara' lebih berat digoda oleh syetan daripada seribu ahli ibadah. Beberapa kisah yang tersohor pun pernah menceritakan, bahwa suatu ketika ada seorang yang beribadah di masjid. Namun, setan tidak berani untuk mengganggunya. Ketika setan ditanya oleh orang lain, "mengapa tidak kau ganggu orang itu wahai setan?" "Ada seorang alim sedang tidur disana, ketika nanti aku mengganggu orang tersebut. Dan seorang alim terbangun, niscaya dia akan membenarkan orang tersebut."

فَسَادَكَبْرَعَالِمُ مُتَهَتِّكٌ وَاكِبُرْ مِنْهُ جَاهِلٌ مَتَنَسِّكِْ

fasadun kabirun alimun mutahatikun, waakbaru minhu jahilun mutanasiku

Kerusakan besar terjadi apa bila orang alim tidak melakukan perkara (yang dia tahu), lebih besar lagi ketiak orang bodoh yang melakukan perkara (tersebut)

gedene kerusakan wong alim ndak ngelakoni, luwih gede timbang iku wong budu ngelakoni

اخَوَالْعِلْمُ خَالِدَبْعَدَمُوتُهُ وَأَوْصَالُهُ تَحْتَ التُّرَابِ رَمِيمٌ

akhul ilmi khayyun khalidun ba'da mautihi, waaw shaluhu tahta turabi ramim

orang punya ilmu hidup abadi setelah mati, meskipun jasadnya telah busuk di bumi

wong duwe ilmu urep langgeng sakwuse mati, dene adon adone busuk neng isor bumi

فَمَوْتُ الْفَتَى خَيْرَلُهُ مِنْ حَيَاتِهِ بِدَارِ هَوَانٍ بَيْنَ وَاشٍ وَحَاسِدِ

famautul fata khayrun lahu min khayatihi bidari hawanin bayna wasyin wakhasidi

hidupnya pemuda lebih baik bila digunakan untuk menghilangkan tempat bagi orang untuk melakukan adu adu dan dengki.

uripe wong enum lueh apik e mateni ing deso kumpul wongkang adu adu lan wong derengki

Penutup dan kesimpulan

Semoga tulisan nadhom mencari ilmu dapat menjadikan tambahnya pemahaman Anda pada khazanah keilmuan tentang nadhom. Kami mohon maaf kiranya ada kesalahan kata, ataupun penulisan harakat. atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih.

Bermanfaat? Yuk share linknya!

Postingan Terbaru
lalaran.com

Lalaran.com merupakan situs yang membahas berbagai macam kitab klasik. Beberapa diantaranya, adalah kitab safinatun naja, alala, talim mutaallim, dan berbagai kitab lainnya. Dilengkapi dengan terjemahan bahasa indonesia, bahasa jawa, serta translasi cara membaca dalam bahasa indonesia.

© 2022 lalaran.com. All Rights Reserverd.